Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

MUDIK

Oleh : Zamahsari Abdul Azis      Nembe kemawon kito ninggalaken wulan ingkang kebak rohmat soho maghfiroh inggeh puniko wulan romadlon tumuju dateng wulan syawal, ing pundi kito umat islam sami merayakan dinten kamardikan saksampunipon nindakaken siyam sewulan muput      Wonten ing wulan niki jutaan umat islam sami wangsul dateng kampung ipon piyambak-piyambak, sae ingkang wonten luar kota, luar pulau, bahkan ugi ingkang wonten luar negeri,   saperlu sungkem dateng tiyang sepah kekaleh, silaturrahmi dateng sanak kadang, ugi nyambung silaturrahmi dumateng poro konco, ingkang kito kenal kelawan istilah mudik. Poro sedulur ingkang sami mudik meniko karoyo royo anglampahi pelakon ingkang boten enteng, lelampahan ingkang penuh perjuangan ingkang menguras tenaga, fikiran lan temtu kemawon betahaken sangu ingkang boten sekedik.      Model perayaan idul fitri ingkang sampon lumampah wonten negari kito meniko mbok bileh boten kito temok aken ...

Manungso, kolomonggo, semut lan tawon

Oleh : Zamahsari Abdul Azis Manungso anggadahi mawarni warni bentuk kecerdasan, wonten ingkang kawastanan kecerdasan intlektual, kecerdasan spiritual lan ugi kecerdasan emosional. Prayoginipon saben manungso anggadahi sedanten kecerdasan meniko kolowahu kanthi seimbang, supados gampil anggenipon nggayuh sa’adah fiddunya wal akhiro h, bahagia dunia dan akhirat. Kranten menawi tiyang meniko unggul woten ing kecerdasan intlektual utawi akal ananging kawon wonten ing kecerdasan emosi, tiyang meniko kolowahu, menawi pikantuk coba utawi musibah langkung gampil terjangkit stress utawi depresi, nopo maleh menawi tiyang kolowahu pinter ananging boten kagungan kecerdasan spiritual, piyanton ingkang kados mekaten boten kagungan ajreh dateng gusti allah SWT, kepinteranipon namong kanggo minteri sakpodo podonipon, bahkan sakmeniko sampon muncul penelitian ingkang nerangaken, bileh kecedasan intlektual namung beperan sebesar 20 % wonten kesuksesan uripipon manungso, lintunipon dipon tentoaken den...

AL QUR'AN DAN MEMBACA

Oleh : Zamahsari Abdul Azis Nama alquran yang secara harfiah berarti bacaan sempurna merupakan pilihan allah yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal budya tulis-baca, kurang lebih lima ribu tahun yang lalu, yang dapat menandingi alquranul karim. Tiada bacaan semacam alquran yang dibaca oleh ratusan juta orang, yang bahkan   tidak mengerti artinya dan tidak bisa menulis dengan aksaranya. Bahkan alquran di hafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja,serta anak-anak. Tiada bacaan seperti alquran yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosakatanya tetapi juga kandungan yang tersurat, kandungan yang tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannya. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku, dari genrasi ke generasi. Tiada bacaan sebanyak kosakata alquran yang berjumlah 77.439 {tuju puluh tuju ribu empat ratus tiga puluh Sembilan} kata, dengan jumlah huruf 323.015 {tiga ratus dua puluh tiga ribu lima belas} huruf , yang s...

DO'A

Oleh : Zamahsari Abdul Azis      Doa memiliki posisi yang sangat penting dalam konteks beragama, karena doa merupakan bentuk penghambaan yang paling jelas antara manusia kepada Tuhannya. Doa menurut Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah  مخ العبادة (doa merupakan sari pati ibadah). bahkan Allah dengan terang-terangan mengancam hambanya yang enggan berdoa kepadanya (وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِینَ یَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِی سَیَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِینَ) [Surat Ghafir 60]      Doa merupakan bagian dari dzikir, ia adalah permohonan, setiap dzikir kendati dalam redaksi nya tidak terdapat permohonan tetapi kerendahan hati dan rasa butuh kepada allah yang selalu menghiasi para pdzikir, menjadikan dzikir mengandung doa, ketika nabi Yunus AS ditelan oleh ikan dan berada dalam perutnya, di kegelapan itu beliau meyeru kepada Allah   لإله الاأنت سبحانك اني كنت من الظالمين       S...

TAKDIR

    Oleh : Zamahsari Abdul Azis      Kata takdir terambil dari kata Qaddara berasal dari akar kata Qadara yang antara lain berarti mengukur memberi kadar atau ukuran sehingga jika kita berkata Allah telah menakdirkan sesuatu maka ini berarti seolah kita berkata Allah telah memberi kadar atau ukuran atau batas tertentu dalam diri atau sifat dan kemampuan makhluk-Nya      Dari sekian banyak ayat Alquran dapat dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya oleh Allah  سبح اسم ربك الذي أعلى، الذى خلق فسوى، والذى قدر فهدى       Seluruh Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini dari sisi kejadiannya dalam kadar atau ukuran nya pada tempat dan waktu tertentu, itulah yang disebut dengan takdir, tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa takdir termasuk manusia, peristiwa-peristiwa tersebut berada dalam pengetahuan dan ketentuan Allah yang keduanya menurut sementara ulama dapat disimpulkan dalam istilah sunnatullah ata...