DO'A

Oleh : Zamahsari Abdul Azis

    Doa memiliki posisi yang sangat penting dalam konteks beragama, karena doa merupakan bentuk penghambaan yang paling jelas antara manusia kepada Tuhannya. Doa menurut Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah  مخ العبادة (doa merupakan sari pati ibadah). bahkan Allah dengan terang-terangan mengancam hambanya yang enggan berdoa kepadanya

(وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِیۤ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِینَ یَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِی سَیَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِینَ)
[Surat Ghafir 60]

    Doa merupakan bagian dari dzikir, ia adalah permohonan, setiap dzikir kendati dalam redaksi nya tidak terdapat permohonan tetapi kerendahan hati dan rasa butuh kepada allah yang selalu menghiasi para pdzikir, menjadikan dzikir mengandung doa, ketika nabi Yunus AS ditelan oleh ikan dan berada dalam perutnya, di kegelapan itu beliau meyeru kepada Allah 

 لإله الاأنت سبحانك اني كنت من الظالمين 

    Sebagaimana terbaca di atas nabi yunus tidak memohon, beliau hanya bertahlil, bertasbih dan mengakui kesalahan, namun allah menyelamatkan beliau dari perut ikan walau tidak memohon, tasbih itu yang berperanan memenuhi harapan yang beliau tidak cetus kan, sebagaimana firman Allah

فلولاانه من المسبحين للبث فى بطنه الي يوم يبعثون

    Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan. 
    Nabi Ayub ketika ditimpakan kepadanya suatu penyakit yang akut beliau berdoa kepada Allah

(۞ وَأَیُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥۤ أَنِّی مَسَّنِیَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّ ٰ⁠حِمِینَ)
[Surat Al-Anbiya' 83]
 
kemudian Allah menjawab doa Nabi Ayub

(فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ فَكَشَفۡنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرࣲّۖ وَءَاتَیۡنَـٰهُ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةࣰ مِّنۡ عِندِنَا وَذِكۡرَىٰ لِلۡعَـٰبِدِینَ)
[Surat Al-Anbiya' 84]

begitu pulau umat beriman ketika zaman Nabi Musa merasa terdesak oleh Firaun karena mendapatkan ancaman mereka orang beriman berdoa

ۡۚ وَأُفَوِّضُ أَمۡرِیۤ إِلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِیرُۢ بِٱلۡعِبَادِ)
[Surat Ghafir 44]

    Dalam urusan doa Syekh Ibnu athaillah as sakandari mengatakan doa mempunyai rukun dan syarat, doa juga memiliki sayap, doa memiliki sebab dan waktu , kalau sesuai rukun dan syaratnya maka doa akan menjadi kuat, kalau doa menyentuh sayap ia akan terbang ke langit, jika doa sesuai dengan waktunya maka beruntunglah orang yang berdoa, jika sesuai dengan sebabnya maka dia akan lebih Mustajab.

    Syarat dan rukun daripada doa adalah ketulusan, waktu yang paling tepat untuk berdoa adalah menjelang Fajar, Adapun sayap untuk doa adalah Shalawat kepada Nabi MUHAMMAD SAW. Mengapa kita harus bersholawat kepada nabi muhammad SAW? para ulama mengatakan, yang pertama sebagai balas jasa atau terimakasih kita kepada nabi muhammad, kalau kepada siapa saja yang berjasa kepada kita, kita dianjurkan berterima kasih, lantas bagaimana dengan nabi muhammad yang jelas-jelas berjasa kepada kita tidak hanya pada kehidupan di dunia tapi juga pada kehidupan di akhirat, maka dari itu orang yang enggan membaca shalawat disebut dengan orang yang kikir/bakhil, karena ia bagai orang yang tidak tahu membalas jasa dan tidak tahu cara berterima kasih. 

    Faktor kedua, mengapa kita harus ber Sholawat, karena anjuran sholawat ini tidak hanya datang dari nabi muhammad melainkan langsung dari allah subhanahu wa ta'ala 

انالله وملائكته يصلون على النبي ياايهاالذين امنواصلواعليه وسلمواتسليما 

Nabi Muhammad bersabda "sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari jumat maka perbanyaklah sholawat kepadaku karena sholawat mu akan ditunjukkan kepada ku" kemudian sahabat bertanya " bagaimana sholawat ku dipaparkan sedangkan engkau telah menjadi tulang" kemudian beliau menjawab 

إنالله حرم على الأرض أجسام الأنبيأ

"Sesungguhnya Allah mengharamkan kepada bumi atas jasad nya para nabi" , 
dan patut kita perhatikan apabila kita membaca shalawat harus diawali dengan kata sayyidina karena allah secara tegas memerintahkan

لاتجعلوا دعاءالرسول بينكم كدعاءبعضكم بعضا
"jangan kau jadikan panggilan mu kepada rosul, sebagaimana panggilan mu kepada sesamamu"

    Lalu apakah yang harus kita minta ketika kita berdoa, para ulama mengajarkan kepada kita untuk meminta kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat, adapun Doa yang dianggap paling bisa mewakili dua kepentingan ini adalah

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذابا النار

    Ketika mengomentari doa ini Imam Ahmad mengatakan, doa ini merupakan doa yang paling sering diucapkan oleh rasulullah Muhammad SAW. Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa doa ini telah menghimpun segala kebajikan di dunia dan menampik keburukan nya, karena doa ini dianggap paling komplet oleh para ulama dinamai dengan doa sapu jagad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulama

Manungso, kolomonggo, semut lan tawon

OPTIMISME DAN HARAPAN